BLANTERAFFILIASHOPv101

Perbandingan Peradaban Islam dan Eropa Abad Pertengahan

Perbandingan Peradaban Islam dan Eropa Abad Pertengahan

Perbandingan Peradaban Islam dan Eropa Abad Pertengahan,, Keadaan dunia Eropa yang Primitif, Dunia Islam Abad Pertengahan, Dunia Islam Abad Pertengahan, Dunia Islam Abad Pertengahan, Granada, sevilla, cordoba

Kalau kita masuk mesin waktu menuju abad pertengahan seperti abad ke-10 Masehi (ke-4 Hijriah) dan terbang menyusuri kota-kota dunia Islam dan kota-kota dunia Barat, kita akan terkaget-kaget melihat perbedaan besar 6 antara kedua dunia itu. Anda akan tercengang melihat sebuah dunia yang penuh dengan kehidupan, kekuatan dan peradaban, yakni dunia Islam, dan sebuah dunia lain yang primitif, sama sekali tidak ada kesan kehidupan, ilmu pengetahuan dan peradaban yakni dunia Barat. 

Marilah kini kita bandingkan kota-kota di dunia itu. Kita mulai dengan dunia Barat untuk melihat bagaimana penghidupan penduduknya, keluasan kota-kotanya dan martabat orang-orangnya. 

1. Keadaan dunia Eropa yang Primitif 

Dalam buku sejarah umum karya Lavis dan Rambou dijelaskan bahwa Inggris Anglo-Saxon pada abad ke-7 M hingga sesudah abad ke-10 M merupakan negeri yang tandus, terisolir, kumuh dan liar. Rumah-rumah dibangun dengan batu kasar tidak dipahat dan diperkuat dengan tanah halus. Rumah-rumahnya dibangun di dataran rendah. Rumah-rumah itu berpintu sempit, tidak terkunci kokoh dan dinding serta temboknya tidak berjendela. Wabah- wabah penyakit berulang-ulang berjangkit menimpa binatang-binatang ternak yang merupakan sumber penghidupan satu-satunya. 

Tempat kediaman dan keamanan manusia tidak lebih baik dari hewan. Kepala suku tinggal di gubuknya bersama keluarga, pelayan dan orang-orang yang punya hubungan dengannya. Mereka berkumpul di sebuah ruangan besar. Di bagian tengahnya terdapat tungku yang asapnya mengepul lewat lobang tembus yang menganga di langit-langit.

Mereka semua makan di satu meja. Majikan dan isterinya duduk di salah satu ujung meja. Sendok dan garpu belum dikenal dan gelas-gelas mempunyai huruf di bagian bawahnya. Setiap orang yang makan harus memegang sendiri gelasnya atau menuangkannya ke mulutnya sekaligus. Majikan beranjak memasuki biliknya di sore hari setelah selesai makan dan minum. Meja dan perkakas kemudian diangkat. Semua orang yang ada di ruangan itu tidur di tanah atau di atas bangku panjang. Senjata mereka ditaruh di atas kepala mereka masing-masing karena pencuri saat itu sangat berani sehingga orang dituntut untuk selalu waspada dalam setiap waktu dan keadaan. 

Pada masa itu Eropa penuh dengan hutan-hutan belantara. Sistem pertaniannya terbelakang. Dari rawa-rawa yang banyak terdapat di pinggiran kota, tersebar bau-bau busuk yang mematikan. Rumah-rumah di Paris dan London dibangun dari kayu dan tanah yang dicampur dengan jerami dan bambu (seperti rumah-rumah desa kita setengah abad yang lalu). Rumah-rumah itu tidak berventilasi dan tidak punya kamar-kamar yang teratur. Permadani sama sekali belum dikenal di kalangan mereka. Mereka juga tidak punya tikar, kecuali jerami-jerami yang ditebarkan di atas tanah. 

Mereka tidak mengenal kebersihan. Kotoran hewan dan sampah dapur dibuang di depan rumah sehingga menyebarkan bau-bau busuk yang meresahkan. Satu keluarga semua anggotanya (laki-laki, perempuan dan anak- anak) tidur di satu kamar bahkan seringkali binatang- binatang piaraan dikumpulkan bersama mereka. Tempat tidur mereka berupa sekantung jerami yang di atasnya diberi sekantung bulu domba sebagai bantal. Jalan-jalan raya tiada ada saluran airnya, tidak ada batu-batu pengeras dan lampu.

Kota terbesar di Eropa berpenghuni tidak lebih dari 25.000 orang. 

Begitulah keadaan bangsa Barat pada abad pertengahan sampai abad ke-11 Masehi, menurut pengakuan para sejarawan mereka sendiri. 

2. Dunia Islam Abad Pertengahan 

Kini marilah kita beralih ke Timur, ke kota-kota besar Islam seperti Baghdad, Damaskus, Cordoba, Granada dan Sevilla untuk mengetahui bagaimana keadaan kota-kota ini dan bagaimana pula peradabannya. Kini marilah kita tengok kota-kota di Andalusia yang bertetangga dengan Eropa yang telah kita bicarakan. 

a. Granada 

Jika kita beralih dari Cordoba ke Granada, maka akan tersingkap keagungan bangunan dalam istana Al-Hamra yang merupakan lambang keajaiban yang mencengangkan orang-orang yang melihatnya dan selalu menjadi pusat perhatian para wisatawan dari manca negara kendati jaman datang silih berganti.

Istana ini didirikan di atas bukit yang menghadap ke kota Granada dan hamparan ladang yang luas dan subur yang mengelilinginya kota itu sehingga tampak sebagai tempat terindah di dunia. Disitu terdapat ruangan yang banyak, antara lain ruang Al Aswad, ruang Al Ukhtain, ruang keadilan dan ruang para duta. Dalam pembicaraan yang singkat ini kita tidak mungkin menggambarkan Al Hamra secara detail, tetapi cukuplah kita dengarkan senandung penyair Perancis, Victor Hugo yang mengatakan: 

"Wahai Al Hamra! Wahai istana yang dihias oleh malaikat seperti kehendak khayalan, dan dijadikannya lambang keserasian! Wahai benteng yang memiliki kemuliaan, yang dihias dengan ukiran dan lukisan, bak bunga-bunga dan ranting-ranting yang rindang menggelantung! Tatkala sinar rembulan yang keperak-perakan memantul pada dinding-dindingmu, dari sela-sela bangunan Arab- mu, terdengar bagimu di malam hari suara yang menyihir akal".

b. Sevilla 

Adapun pembicaraan mengenai kota-kota Andalus yang lain berikut kemajuan dan kebesaran yang dicapainya, itu merupakan pembicaraan yang panjang pula. Cukuplah bagi kami di sini menyebutkan bahwa di kota Sevilla terdapat 6000 alat tenun untuk sutera saja. Setiap penjuru kota Sevilla dikelilingi pohon-pohon zaitun, dan karena itulah di situ terdapat 100.000 tempat pemerasan minyak zaitun. Secara umum, kota-kota Spanyol ramai sekali. 

Setiap kota terkenl dengan berbagai macam industrinya yang diincar oleh bangsa Eropa dengan antusias. Bahkan kota-kota itu terkenal dengan pabrik-pabrik baju besi, topi baja, dan alat perlengkapan baja lainnya sehingga orang- orang Eropa datang dari setiap tempat untuk membelinya. Renault berkata, Ketika bangsa Arab menyerbu Perancis Selatan dari Andalus dan menaklukkan kota-kota Narbonne, Avignon, Lion, dan lain-lain, mereka dilengkapi dengan senjata-senjata yang tak dimiliki bangsa Eropa.

Produk Lainnya