BLANTERAFFILIASHOPv101

Deradikalisasi melalui Kegiatan Kulikuler: Sharing dari Kota Metro

Deradikalisasi melalui Kegiatan Kulikuler: Sharing dari Kota Metro

Deradikalisasi melalui Kegiatan Kulikuler: Sharing dari Kota Metro Deradikalisasi melalui Ekstrakulikuler: Sharing dari Kota Metro, Deradikalisasi melalui Ekstrakulikuler: Sharing dari Kota Metro, Pembinaan Keagamaan di Sekolah dan Deradikalisasi: Gambaran di Kota Metro, Lembaga Pendidikan dan Deradikalisasi, Mengapa Perlu Deradikalisasi Pemahaman Agama
Pengawasan yang dilakukan pihak sekolah agar radikalisme tidak berkembang di sekolah, menurut Suparni, pihak sekolah memberikan wawasan, penyadaran, pemahaman (yang benar) kepada para siswa. Hal ini juga menuntut peran serta orang tua untuk mengawasi perilaku anak anaknya. Orang tua adalah bagian terpenting dalam keluarga, sehingga perannya dalam mengontrol dan mendidik anak-anaknya jauh lebih besar dibandingkan sekolah dan tempat lain. Meskipun sekolah telah berupaya keras dalam deradikalisasi paham dan gerakan Islam radikal, namun tanpa orang tua, upaya deradikalisasi paham radikal (tidak) akan berjalan maksimal. Jika ada yang mulai terpengaruh, pihak sekolah akan mencari tahu siapa dia, bagaimana pikiran dan perilaku, aliran, dan pergaulannya dengan siapa saja sehingga menjadikan anak seperti ini.

Pihak sekolah tidak hanya melakukan upaya preventif dalam rangka menjaga siswa dari paham radikal, akan tetapi juga mempunyai langkah langkah strategis dalam menangani guru atau siswa yang terkontaminasi paham dan gerakan radikal. Penanaman paham agama yang toleran dan anti-kekerasan dilakukan dalam kontekstualisasi penyampaian materi-materi pendidikan agama Islam, baik klasikal maupun kegiatan ekstrakurikuler serta kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya.

Pihak sekolah juga menyadari peran penting keluarga dalam hal ini orang tua siswa dalam menjaga siswa agar tidak terjangkit pemahaman Islam yang keras dan radikal. Oleh karena itu, sekolah juga berkerja sama dengan melakukan komunikasi dengan orang tua siswa mengenai perkembangan perilaku anak-anak mereka. 

Hal ini penting dilakukan agar upaya menjaga siswa-siswi dari paham Islam radikal berjalan efektif. Orang tua dan sekolah melalui guru dan organisasi seperti Rohis mempunyai peran signifikan dalam penanaman paham keagamaan siswa.

Menurut Hari Ardiyanto, dalam upaya deradikalisasi Guru-guru PAI selama ini, disadari atau tidak, telah dilibatkan karena posisinya yang strategis. Guru berada di tengah-tengah peserta didik dan masyarakat serta bergelut dengan problem keagamaan yang ada. Guru-guru PAI telah melakukan pencegahan radikalisme paham beragama, dalam bentuk anjuran, ajakan bahkan nasehat kepada para peserta didik. 

Sekalipun demikian, harus diakui bahwa strategi yang dilakukan oleh guru-guru PAI tentang deradikalisasi Islam belum utuh sepenuhnya. Keluarga juga memiliki peranan yang snagat penting dalam upaya deradikalisasi. Sejauh apapun upaya yang dilakukan guru-guru PAI dan pihak sekolah, semuanya tidak akan berarti jika orang tua tidak berupaya melakukan deradikalisasi di lingkungan keluarga.

Upaya deradikalisasi yang dilaksanakan sekolah melalui kegiatan intrakurikuler adalah dengan pemberian pelajaran pendidikan Agama Islam di dalam kelas secara kontekstual dan dikorelasikan dengan nilai nilai kebangsaan dan keindonesiaan. 

Pemberian materi keagamaan ini tidak hanya berupa penjelasan mengenai konsep-kondep, akan tetapi memberikan contoh konkret dan praktik langsung oleh para siswa. Poin ini telah banyak disinggung dan dijelaskan pada sub-bab sebelumnya.

Produk Lainnya