Pondok Pesantren merupakan lembaga studi Islam yang punya nilai historis terhadap gerakan sosial keagamaan. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Maka wajarlah apabila banyak kalangan yang menyebutnya sebagai “Bapak” pendidikan Islam di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam ini. Pondok pesantren lahir karena adanya tuntutan dan kebutuhan masyarakat, karena pada zaman dahulu belum ada lembaga pendidikan formal yang mengajarkan pendidikan agama.
Pesantren merupakan lembaga studi Islam yang memiliki historical value dalam gerakan sosial keagamaan yang menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Hingga saat ini pesantren kerap disebut sebagai Bapak pendidikan di Negara yang mayoritas Islam ini. Hadirnya Pondok pesantren diawali dengan banyaknya tuntutan dan kebutuhan masyarakat dalam sisi pendidikan formal yang hanya dapat di rasakan oleh kalangan tertentu saja.
Dengan tuntutan ini, pondok pesantren selalu menjadi tempat sejuk dalam lingkungan masyarakat sekitarnya164 Adapun seluruh kegiatan pondok pesantren selalu mendapatkan dukungan masyarakat tanpa melewati hambatan administrasi hingga operasional.
Sejarah mencatat bahwa pondok pesantren muncul pertama kali sejak munculnya masyaraka Islam di Nusantara pada abad XIII. Dengan perjalanan waktu, pendidikan pondok pesantren mengalami perkembangan. Sikap non-koperatif ulama terhadap kebijakan “Politik Etis” pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad XIX terhadap Kolonial membuat lembaga ini semakin berkembang secara cepat.
Mendirikan pesantren di daerah-daerah yang jauh dari kota merupakan bentuk lain sikap non-koperatif dan Sillent Opposition para ulama untuk menghindari intervensi pemerintah kolonial serta memberikan kesempatankepada rakyat yang belum pernah mengenyam pendidikan.165 Dan pada masa penjajahan kolonial Belanda ini pondok pesantren mendapat tekanan yang cukup berat.
Peristiwa proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia membawa dampakbaik bagi perkembangan pendidikan Islam, khusunya pesantren, tidakadanya tekanan asing dalam menjalankan dan mengembangkan pendidikan agama Islam. Pada masa ini pesantren mulai menata diri dan memapankan posisinya sebaga lembaga pendidikan agama Islam.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sangat memiliki nilai historis terhadap gerakan social keagamaan di indonesia. Pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua di indonesia. Karena kebutuhan dan adanya tuntutan masyarakat pondok pesantren lahir di tengah masyarakat, hal lain yang menjadi alasan kenapa pondok pesantren lahir adalah karena pada zaman dahulu belum ada lembaga pendidikan formal yang mengajarkan pendidikan agama islam di tengah masyarakat.
Pesantren telah hadir dan menjadi pendamping dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia khusunya di bidang pendidikan agama sejak beratus tahun lalu. Sehingga, Ki Hajar Dewantara pernah mencita citakan model pesantren ini sebagai sistem pendidikan Indonesia, karena pesantren sudah melekat dalam kehidupan di Indonesia serta merupakan kreasi budaya Indonesia.
Pesantren mempunyai nilai historis terhadap gerakan sosial keagamaan. Lembaga ini merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Maka bukan hal yang berlebihan bila banyak kalangan menyebut pesantren sebagai “Bapak” pendidikan Islam di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam ini.
Pondok pesantren lahir karena adanya tuntutan dan kebutuhan masyarakat, karena pada zaman dahulu belum ada lembaga pendidikan formal; dan meskipun ada hanya dapat diikuti oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki previlage.
Pondok pesantren selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya sehingga kehadirannya di tengah-tengah masyarakat bukanlah menjadi hal yang asing bagi masyarakat. Dalam kurun waktu yang sama segala aktivitasnya pesantren mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat sekitar.
Karir lembaga pesantren mengalami perubahan yang fundamental serta memainkan peranan dalam proses transformasi kehidupan modern di Indonesia. Kuntowijoyo juga menilai bahwa kini pesantren adalah sangat berkembang, bahkan dengan cara yang makin menyangkal definisinya sendiri. Pesantren-pesantren besar mengembangkan kegiatannya sendiri melampaui lembaga-lembaga Islam regular. Beberapa peneliti lainnya juga menangkap perubahan tersebut.
Selanjutnya... Eksistensi Pondok Pesantren di Indonesia (2)
